Joseph Giovanni / 0871500781 / AA
EMAIL SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI PENGGANTI SURAT
Bila suatu Email masuk dalam inbox saya tanpa ada subject, saya tetap akan membukannya karena email yang terkirim ke inbox biasanya bersifat urgent, jadi mau tak mau harus dibaca. Email tanpa subject memang mencurigakan namun bila email tanpa subject tersebut merupakan kelalaian dari si pengirim email yang mungkin rekan kerja atau kerabat dekat itu bisa saja terjadi. Tapi bila email tersebut berasal dari sumber yang tak dikenal memang mengkhawatirkan, takutnya email tersebut suatu perangkat khusus untuk meng-hack email kita. Itu memang sudah resikonya, walaupun begitu saya tetap akan membaca email yang masuk dalam inbox agar memastikan apakah email yang masuk sebuah kepentingan atau sekedar kejahilan orang tak dikenal, bila itu sebuah kepentingan yang bermanfaat untuk saya kenapa tidak? toh virus pun juga minim untuk di hindari. Tapi itu tidak membuat saya takut untuk menggunakan email lagi, meski minim di hindari bukan berarti virus tidak dapat kita cegah, bila kita berhati-hati dan email kita mempunyai sistem antivirus yang baik untuk memproteksi email kita dari serangan-serangan virus tersebut maka buat apa takut untuk menggunakan email. Untuk itu yang harus kita lakukan adalah memberikan sistem pengaman yang sukup kuat pada email kita dan pastikanlah password yang kita gunakan mudah diingat namun jauh dari perkiraan teman dekat ataupun pasangan yang bisa saja mengambil alih email kita. Salah satu masalah yang sering muncul dalam surat menyurat elektronik saat ini yaitu banyaknya email yang isinya tidak baik, seperti saling ejek dan menghujat. Hal seperti ini harusnya di minimalisir oleh pengguna email karena tindakan seperti ini tidak memperlihatkan kemajuan namun menunjukan kesan kemerosotan moral pada zaman yang sudah serba canggih ini.
Dalam ber-email sifat agresif yang mempengaruhi kecepatan, isi, nada pesan elektronik email akan sangat membantu seseorang dalam membaca email, dengan sifat agresif inilah email yang dikirmkan akan menarik perhatian para pembacanya. Saya pikir, email bukanlah sebuah gangguan atau hal yang membuat strees karena apa yang harus dicemaskan? bila disebut gangguan tidak juga, karena menurut pandangan saya email yang masuk bukan merupakan gangguan melainkan informasi yang mungkin akan bermanfaat untuk kita. Untuk masalah virus itu sudah hal yang wajar, sekarang sudah banyak sistem pengaman atau antivirus canggih yang dapat kita gunakan seperti yang saya sampaikan diatas tadi. Untuk menulis dan menjawab email biasanya saya sebagai mahasiswa tidak terlalu lama dalam ber-email, waktu yang saya pakai 20-30 menit itu pun tidak setiap harinya saya membuka email, mungkin 1 minggu 3 kali saya membuka email. Dalam jangkauan waktu selama itu, saya pikir waktu yang saya gunakan sudah cukup baik Jadi ber-email pun lebih menyenangkan dan santai.
00.18
Joseph Giovanni
0 komentar:
Posting Komentar